Rabu, 05 Juni 2013

MAKALAH MENEJEMEN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan semakin meningkatnya pendapatan masyarakat maka semakin meningkat pula kebutuhan mereka. Di era globalisasi ini manusia dituntut memiliki sumber daya yang berkualitas agar bisa bersaing dengan manusia lainnya sehingga dapat bertahan hidup dan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Dalam hal ini kebutuhan hidup manusia yaitu, meliputi pangan, sandang, dan papan serta kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat pula terutama di negara berkembang. Salah satunya di Indonesia, pemenuhan kebutuhan pendidikan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Pendidikan sangat berperan penting untuk mengurangi kebodohan, meningkatkan potensi-potensi siswa didik, serta membentuk perilaku yang baik di masyarakat. Ada dua jenis pendidikan yang dikenal di Indonesia, yaitu pendidikan formal (TK, SD, SMP, SMA,) dan pendidikan non formal (seperti kursus komputer, les Bahasa Inggris, maupun kegiatan beladiri). Pendidikan formal sudah jelas tujuannya untuk mendapatkan gelar kelulusan. Tetapi, Masyarakat cenderung mencari pendidikan alternatif selain pendidikan reguler seperti sekolah dan lembaga pendidikan formal lainnya. Sekolah dan pendidikan formal dianggap tidak cukup memberikan bekal pendidikan bagi masa depan. Untuk itu lembaga kursus menjadi salah satu alternatif yang dipilih masyarakat untuk lebih menggali potensi yang dimiliki siswa didik, memperkaya ilmu dan memberikan pelajaran yang tidak sepenuhnya didapat anak didik dari sekolah. Mengenai permasalahan di atas, maka kami tertarik untuk melakukan studi kelayakan usaha dalam bidang jasa pendidikan. Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk anak didik kami dengan biaya yang terjangkau untuk semua kalangan. Atau dengan kata lain, lembaga ini dapat memenuhi kebutuhan pendidikan setiap peserta didik tanpa menitik beratkan biaya yang menjadi beban para orangtua peserta didik. B. Tujuan Tujuan umum: - Ikut mencerdaskan kehidupan bangsa - Ikut mempersiapkan generasi yang cerdas dan mampu menjawab tuntutan jaman - Ikut meningkatkan Sumber Daya Manusia di Indonesia - Mewujudkan sarana dan fasilitas pendidikan yang baik yang mampu menunjang aktifitas pendidikan yang telah direncanakan sehingga dapat mencetak lulusan yang berkualitas. Tujuan khusus: - Memberikan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat - Memberikan Alternatif pendidikan kepada masyarakat - memberikan pendidikan yang terjangkau A. Nama usaha Lembaga ini bernama einsten colllage • Penyelenggara Lembaga ini didirikan dan diselenggarakan oleh seorang mahasiswa yang mempunyai kepedulian terhadap dunia pendidikan yang berkualitas, mereka adalah : Gusti Ayu Suarni, Iva Nuris Salbiyah, Ni Putu ElsyKrismayanti, Nurfadillah, Tia Adawiyah,Yulianti Sarnita. B. Bimbingan Belajar Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada murid dengan memperhatikan murid itu sebagai individu dan makhluk sosial, serta memperhatikan adanya perbedaan-perbedaan individu agar murid itu dapat membuat tahap seoptimal mungkin dalam proses perkembangannya dan agar ia dapat menolong dirinya, menganalisa dan menemukan masalah-masalah temuannya itu demi memajukan kebahagiaan hidup terutama ditekankan pada kesejahteraan jiwa/mental (Balitbang, 1978 : 2). Menurut Pedoman PPL UMN Malang (1999), bimbingan belajar siswa adalah upaya mengenal, memahami dan menetapkan siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan kegiatan mengidentifikasi, mendiagnosa, memprognosa dan memberikan pertimbangan pemecahan masalah. Dari beberapa pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang ditujukan kepada individu atau kelompok siswa agar yang bersangkutan dapat mengenali dirinya sendiri, baik kemampuan yang dimilikinya maupun kelemahannya agar selanjutnya dapat mengambil keputusan dan dapat bertanggung jawab dalam menentukan jalan hidupnya atau memecahkan sendiri kesulitan yang dihadapi serta dapat memahami lingkungannya secara tepat sehingga dapat memperoleh kebahagiaan hidupnya. Langkah-langkah bimbingan belajar: 1. Mengenal siswa yang mendapat kesulitan belajar dengan menggunakan norma atau ukuran kriteria tertentu. 2. Mencari sebab-sebab siswa mendapat kesulitan. 3. Mencari usaha untuk membantu memecahkan kesulitan-kesulitan itu. 4. Mengadakan pencegahan supaya kesulitan yang dialami seseorang tidak menular kepada yang lain (Sutijono, S, 1991 : 49). Jika permasalahan siswa tidak segera ditemukan solusinya, siswa akan mengalami kegagalan atau kesulitan belajar yang dapat mengakibatkan rendah prestasinya/tidak lulus, rendahnya prestasi belajar, minat belajar atau tidak dapat melanjutkan belajar (S. Sucitae, 1972 : 2). Langkah-langkah yang ditempuh untuk menjamin keberhasilan belajar adalah 1. Identifikasi Masalah Siswa Identifkasi masalah siswa adalah untuk menentukan siswa yang mengalami kesulitan belajar yang sangat memerlukan bantuan. Langkah ini "sangat mendasar sekali" dan merupakan awal kegiatan bimbingan terhadap siswa yang bermasalah, untuk menentukan masalah yang dialaminya. Dalam bimbingan belajar siswa, masalah yang terjadi dijaga kerahasiaannya. Dikandung maksud agar siswa yang mengalami permasalahan tidak terbebani, tidak ragu dan tanpa rasa takut mengungkapkan permasalahannya dengan jujur. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, instrumen. 2. Diagnosa Diagnosa dilakukan dalam bimbingan belajar, diartikan sebagai rumusan¬rumusan masalah siswa, jenis kesulitan serta latar belakang kesulitan dalam pelajaran, serta kesulitan belajar atau masalah yang mengganggu aktivitasnya sehari-hari sehingga mempengaruhi belajarnya. 3. Prognosa Prognosa merupakan kegiatan memperkirakan permasalahan, apabila siswa yang mengalami kesulitan belajar tidak segera mendapat bantuan. Bertujuan untuk menentukan bantuan yang dapat diberikan kepadanya. 4. Pemberian Bantuan Bantuan yang diberikan dengan menggunakan pengarahan, motivasi, belajar. Cara mengatasi masalah kesulitan belajar melalui latihan-latihan dan tugas baik individu maupun kelompok, secara rutin. 5. Tindak Lanjut Tindak lanjut kegiatan bimbingan belajar, untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan atau ketidakberhasilan, usaha-usaha memberikan bantuan pemecahan masalah yang telah diberikan. C. Fungsi Bimbingan Belajar 1. Fungsi Kuratif Tindak lanjut dari bimbingan belajar adalah merupakan usaha memperbaiki kekurangtepatan yang sebelumnya dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas antara lain: kekurangan dalam merumuskan tujuan, dalam menggunakan metode, dalam menggunakan media (alat bantu mengajar) pemilihan bahan dan materi pelajaran dalam menyusun evaluasi dan pengelolaan pelajaran. 2. Fungsi Penyesuaian Bimbingan belajar adalah salah satu motivasi ekstrinsik agar siswa menyesuaikan diri dengan situasi belajar di kelas. Siswa dapat belajar sesuai dengan kondisi pribadinya, sehingga ia memiliki peluang yang besar untuk mencapai prestasi belajar yang lebih baik. 3. Fungsi Akselerasi Siswa yang lambat belajar dapat ditingkatkan kecepatan belajarnya melalui program bimbingan belajar, karena bahan, materi, waktu yang disediakan telah disesuaikan dengan kesulitan yang dialami siswa. 4. Fungsi Terapi Langsung atau tidak langsung pemberian bimbingan belajar sedikit demi sedikit menyembuhkan atau memperbaiki kondisi kepribadian siswa yang menunjukkan adanya penyimpangan tingkah laku belajar. Pentingnya pemberian bimbingan belajar dapat dilihat dari berbagai segi. Kenyataan menunjukkan bahwa masih ada siswa dalam satu kelas yang prestasi belajarnya rendah jauh dibawah prestasi belajar rata-rata kelas. Dari segi guru bahwa guru memiliki tanggung jawab atas keberhasilan siswa seluruh kelas, atau tanggung jawab atas tercapainya tujuan pembelajaran yang telah diterapkan. D. Teknik Pemberian Bimbingan Ada beberapa teknik pemberian bimbingan belajar antara lain : 1. Bimbingan individual, diberikan kepada beberapa siswa yang mengalami kesulitan belajar yang berbeda-beda dengan cara memberikan bimbingan aecara langsung berupa latihan atau penugasan secara individu. 2. Bimbingan Kelompok a. Bimbingan kelompok kecil Bimbingan kelompok kecil antara 2-5 siswa, bantuan ini berupa kelompok kecil. Dengan cara latihan kelompok atau tugas kelompok salah satu teman yang pandai menjadi tutor sebaya. b. Bimbingan kelompok besar terdiri dari 6-10 siswa, peranan guru sebagai motivator, yang membimbing sekelompok siswa aktif belajar. Dalam kegiatan ini guru menciptakan situasi agar diskusi terjadi sehingga semua anggota kelompok dapat ikut aktif dalam diskusi. Materi dapat berupa latihan atau penugasan yang terkait dengan materi. Guru berkewajiban untuk memberikan bimbingan dan bantuan khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar mampu mengatasi kesulitannya sendiri dengan baik. Adapun langkah yang harus ditempuh telah diuraikan di depan (identifikasi masalah siswa, diagnosa prognosa, pemberian bantuan, follow up (tindak lanjut). 1) Pengaruh intrinsik Kemungkinan kondisi siswa pada waktu mengerjakan tugas, tidak belajar, kelelahan kurang tidur dan lain sebagainya. 2) Pengaruh ekstrinsik a) Materi diberikan guru terlalu mudah atau terlalu sulit, sebab materi yang terlalu mudah membuat siswa tidak respon (tidak tertantang) karena bosan dapat berakibat frustasi apabila materi terlalu sulit. b) Kemungkinan kegiatan pembelajaran kurang efektif dan menarik sehingga siswa tidak termotivasi untuk belajar. BAB II DESKRIPSI KELAYAKAN ASPEK A. Aspek Pemasaran Pada bagian ini kami akan memaparkan beberapa program yang akan kami jalankan dalam bisnis bimbingan yang akan kami realisasikan ini. Bimbingan belajar ini dibuka untuk para pelajar TK, SD, SMP, SMA. Dalam bimbingan belajar ini siswa mendapatkan modul yang telah disediakan, selain itu bimbingan belajar ini juga memberikan fasilitas yang membuat para pelajar nyaman selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Kami menyediakan fasilitas music clasic saat kegiatan belajar mengajar berlangsung agar otak kanan dan otak kiri pelajar seimbang dan tidak merasa tegang atau bosan saat mengikuti pelajaran. Tenaga pengajar yang kompeten disediakan juga masih berusia muda, agar murid dengan pengajar dapat mengakrabkan diri dengan mudah. Adapun program yang ditawarkan adalah: 1. Untuk pelajar TK : mata pelajaran: Baca, Tulis, Hitung 2. Untuk pelajar SD: mata pelajaran: Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPS. 3. Untuk pelajar SMP: mata pelajaran: Matematika, Bahasa Indonesia, Fisika, Biologi, Kimia, Geografi, Sejarah, dan Ekonomi. 4. Untuk pelajar SMA : mata pelajaran: Matematika, Bahasa Indonesia, Fisika, Biologi, Kimia, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. 5. Terdapat perpustakaan mini yang terdiri dari buku buku bacaan, seperti komik, novel, dll 6. Terdapat juga bimbingan konseling untuk orang tua dan anak. 7. Terdapat kantin mini di sekitar area bimbel. 8. Terdapat juga fasilitas WIFI B. Biaya bimbingan belajar yang dikenakan: Untuk Pelajar TK : Rp. 280.000,00/bulan Untuk Pelajar SD: Rp. 320.000,00/bulan Untuk pelajar SMP: Rp 360.000,00/bulan Untuk pelajar SMA : Rp 400.000,00/bulan C. Jadwal Bimbingan Belajar • TK : Siang 11.00 – 12.30 WIB Sore 15.30 – 17.00 WIB • SD : Siang 14.00 – 15.30 WIB Sore 15.30 – 17.00 WIB • SMP : Siang 15.00 – 16.30 WIB Sore 16.30 – 18.00 WIB • SMA : Sore 17.00 – 18.30 WIB Petang 18.30 – 20.00 WIB D. Aspek Teknik Pelayanan Dalam pelaksanaannya, kegiatan bimbingan belajar ini akan mendekatkan antara siswa dengan tentornya. Agar terjalin komunikasi yang baik dan keharmonisan. Ada beberapa hal kunci sukses kami dalam menjaga keloyalitasan customer, yaitu; 1. Konsisten dalam melayani siswa 2. Kemampuan dan keterampilan petugas serta keramahan dan kepercayaan 3. Kesigapan dalam menyelesaikan masalah 4. Suasana belajar yang nyaman dan tidak membosankan 5. Mudah dimengerti, mudah dipahami, dan pemahaman terhadap keinginan konsumen. Dengan menempatkan tenaga pengajar yang professional, diharapkan dapat memberikan materi yang menunjang kemampuan siswa didik .Dengan menerapkan penilaian pada dimensi –dimensi kualitas tersebut di atas, maka diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya: 1. Hubungan antara perusahaan dan para pelanggannya menjadi harmonis. 2. Dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan. 3. Membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan perusahaan. 4. Image perusahaan menjadi baik di mata pelanggan. 5. Laba yang diperoleh dapat meningkat. E. Aspek Financial Biaya pendaftaraan Rp. 100.000,- Biaya renovasi dan persiapan tempat kursus Rp. 20.000.000,- Biaya pekerjaan pengajar Rp. 5.500.000/orang Perabotan dan peralatan belajar mengajar Rp. 10.000.000,- Perlengkapan administrasi Rp. 3.500.000,- Jumlah biaya usaha Rp. 39.000.000 F. Analisa Swot 1. STRENG a. amenyediakan bimbingan belajar yang kondufis b. adanya bimbingan konseling bagi oran tua dan anak c. biaya yang sesuai dengan yang di dapatkan d. menjadi lembaga bmbingan belajar yang menyenangkan karena di dalamnya ada musik klasik yang dapat meimbangi proses belajar 2. WEAKNES a. Susahnya mengatur jadwal pengajar yang kadang-kadang berhalangan b. Terkadang mengalami hambatan jika ada anak-anak yang sudah mulai bosan dalam hal belajar 3. OPPORTUNITY a. Kebijakan pemerintah yang melarang sekolah negeri untuk menyelenggarakan pelajaran tambahan dengan memungut biaya, maka bimbingan belajar kami sebagai alternative guna menunjang prestasi,sehinga jenis usaha ini akan menjadi jaminan kedepanya. b. Karena bimbingan belajar yang berbeda dengan yang lainya sehingga menarik perhatian banyak orang dan usaha bimbel ini menjadi terkenal. 4. THREATMEN a. Banyaknya jenis usaha lain yang sejenis bahkan mengikuti konsep usaha ini b. Susahnya mencari pengajar yang berkompeten dan menyenangkan bagi murid-murid dalam BIMBEL. c. Jika tidak ada terobosan terbaru untuk usaha ini akan menyebabkan usaha monoton sehingga tidak ada yang tertarik pada BIMBEL ini. BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Kesimpulan dari permasalahan studi kelayakan yang saya lakukan yaitu; 1. Model usaha bimbingan belajar yang kami jalankan adalah bimbingan belajar untuk siswa TK, SD, SMP dan SMA. 2. Tipe pengajaran yang diterapkan adalah mudah dimengerti dan dipahami oleh siswa. 3. Fasilitas kelas yang nyaman, karena terdapat sound system agar siswa dapat mendengarkan musik klasik yang bagus untuk keseimbangan otak kanan dan ota kiri. 4. Kebijakan pemerintah yang melarang sekolah negeri untuk menyelenggarakan pelajaran tambahan dengan memungut biaya, maka bimbingan belajar kami sebagai alternative guna menunjang prestasi B. SARAN Secara keseluruhan usaha bimbingan belajar memiliki prospek yang cerah untuk dilakukan. Karena didukung oleh kebijakan pemerintah yang melarang sekolah negeri untuk menyelenggarakan kursus atau pelajaran tambahan yang memungut biaya dari siswanya. Maka dari itu, siswa memilih lembaga kursus sebagai pendidikan non-formal guna menunjang prestasi belajarnya. Inovasi dan kreativitas perlu dimiliki oleh penyelenggara usaha ini agar usaha ini berjalan dan berkesinambungan dan bertahan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar